Ketika rasa lapar memenjara diri anda tentunya keinginan untuk melepaskan diri sangatlah besar. Bebas dari rasa lapar adalah kebutuhan mendasar setiap manusia dimanapun dia berada, entah berada belantara sudut dunia manapun. Begitu juga dengan diri saya ketika rasa lapar membelenggu, keinginan untuk lepas segera harus diwujudkan.

Dengan sedikit bersabar saya akhirnya memerdekakan diri dari rasa lapar di sebuah warung gado-gado dan lotek yang tidak jauh dari Lapas Wirogunan, Bu Ning. Di warung ini saya bisa merasakan detik-detik kemerdekaan dari rasa lapar sesuai harapan saya. Pengalaman dan jam terbang dari warung ini sudah sangat terasa ketika melihat antrian dengan wajah sumringah dan optimis menuju kemerdekaan dari rasa lapar.

Sawijiningsih as known as Bu Ning adalah salah satu legenda kuliner lotek dan gado-gado yang tersebar di kota Jogja ini. Mengawali karir sejak tiga dasawarsa yang lalu, lotek dan gado-gado olahan Bu Ning sudah terpatri di dalam benak penikmat kuliner jenis ini. Tatacara memperlakukan bahan-bahan olahan untuk membuat lotek dan gado-gado dilakukannya dengan cita rasa juara. Rebusan kobis, tauge, bayam dan kentang dipadu dengan bumbu kacang yang diulek halus menjadikan sebuah kolaborasi nikmat dan sempurna.

Warung Bu Ning juga menyediakan menu lain yang tidak kalah menarik untuk dicoba sebagai pelepas rasa lapar yang telah menggelanyut manjad di perut anda. Selain lotek dan gado-gado yang nikmat, berbagai menu lain juga ada, seperti soto ayam, nasi liwet, nasi goreng jawa, ayam goreng kremes, dan masih banyak lagi.