<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
<rss version="2.0">
 
<channel> 
<generator>VJRSS/1.0</generator> 
<title>Visiting Jogja</title> 
<link>http://www.visitingjogja.com/</link> 
<language>id</language> 
<webMaster>webmaster@visitingjogja.com</webMaster> 
<copyright>(c)2011 Visiting Jogja</copyright>
<item><title>Bisnis Kuliner Harus Siap Jatuh Bangun</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1552</link> 
    <pubDate>--0013-05-16</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sukses berwirausaha kuliner memang menjadi impian&amp;nbsp; banyak orang. Termasuk anda kalangan&amp;nbsp; muda dan&amp;nbsp; ingin mencapai masa depan.&amp;nbsp; Namun tidak banyak yang tahu kalau untuk sukses menjalankan usaha kuliner ini harus siap tahan banting. bahkan merugi sekali pun.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pelaku&amp;nbsp; wirausaha kuliner Agus Thomas mengakui,&amp;nbsp; Jogjakarta masih prospektif untuk membuka usaha kuliner. Namun&amp;nbsp; harus pakai strategi dan merketing yang pas.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Jangan asal buka warung makan, tetapi tidak ada konsep awal sama sekali. Itu sama saja dengan&amp;nbsp; bunuh diri,&amp;quot;ungkap Agus Thomas - pemilik Rumah makan Pelem Golek hari ini Kamis (16/5). Ditambahkan, konsep yang jelas dengan segmen pasar yang ditarget tentu menjadi kunci awal menjalankan usaha. Selanjutnya adalah komunikasi , marketing dan membangun kepercayaan dengan&amp;nbsp; konsumen (custumer).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Ibaratnya membuka&amp;nbsp; usaha kuliner itu seperti seorang dokter&amp;nbsp; spesialis. Kalau&amp;nbsp; obat&amp;nbsp; suntikan tidak pas dan menyembuhkan pasien&amp;nbsp; dengan sendirinya akan ditinggalkan pasien. Sama halnya dengan rumah makan. kalau&amp;nbsp; ramuan menu tidak memiliki taste yang&amp;nbsp; unik tentu akan tidak laku,&amp;quot; tambah Agus Thomas .&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dirinya mencontohkan, Pelem Golek yang dikelolanya sudah berumur lima tahun. Pada awal membuka usaha dirinya mengaku juga merugi. Sampai tahun kedua masih rugi. Baru menginjak tahun ketiga&amp;nbsp; baru impas.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;memang buka usaha kuliner harus siap jatuh bangun. Jangan mikir untung ketika awal membuka usaha. Tapi bangun kepercayaan konsumen tentu lebuh utama,&amp;quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Di Jogjakarta saat ini banyak&amp;nbsp; usaha kuliner baru.&amp;nbsp; Selain Pelem Golek&amp;nbsp; beberapa resto kuliner terkenal juga marak seperti : Jimbaran Resto, Ikana Bakar Cianjur, belum lagi yang ada dikawasan Jalan Seturan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Untuk wisata kuliner, Jogjakarta masih prospek. Kuncinya jangan cepat menyerah ,&amp;quot; imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Budaya Lokal Layak Untuk Wisata Malam</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1551</link> 
    <pubDate>--2013-05-15</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Atraksi wisata malam hari di Jogjakarta selama ini masih minim. Padahal dengan banyaknya wisata malam hari, wisatawan akan memiliki banyak pilihan sekaligus bisa memperpanjang lama tinggal kunjungan (lengh of stay) selama berlibur di Jogjakarta.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Melihat kondisi seperti ini dibutuhkan kreattifitas para pelaku pariwisata yang&amp;nbsp; &amp;#39;menjual paket&amp;#39; wisata di Jogjakarta khususnya di malam hari . Ketua Asita DIY Edwin Ismedi mengakui kalau&amp;nbsp; wisata malam di Jogjakarta masih&amp;nbsp; kurang. kalau pun ada masih terbatas pada&amp;nbsp; Sendratari Ramayana di Candi Prambanan maupun di Purawisata. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Padahal peluang pasar wisata malam hari sangat&amp;nbsp; menguntungkan,&amp;quot; ungkap Edwin dalam perbincangan dengan Visitingjogja.com . Dirinya mencontohkan,&amp;nbsp; wisata MICE (meeting, incentive,convention and exhibition) sangat padat di Jogja.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Mereka kadang bingung mau ngapain di malam hari. karena wisata malam harinya sangat sepi. Paling ke kafe. Padahal banyak wisatawan ingin suasana wisata malam hari yang bernuansa budaya lokal dan ini tidak digarap serius para pelaku pariwisata di Jogja,&amp;quot; tambah Edwin.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pementasan budaya lokal khas Jogja baik itu kethoprak, keroncong, tari tradisional, musik tradisional harus dibangkitkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;mumpung dalam suasana Keistimewaan ,Jogja potensi budaya dan wisata lokal harus dihidupkan lagi. Karena&amp;nbsp; nuansa budaya lokal Jogja&amp;nbsp; banyak yang belum dinikmati wisatawan khususnya mancanegara,&amp;quot; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title> Mendorong Kerajinan Lokal Menembus Pasar Eksport</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1550</link> 
    <pubDate>--0013-05-14</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bahan baku lokal bahkan yang masuk katagori bahan limbah&amp;nbsp; bisa disulap menjadi sebuah&amp;nbsp; kerajinan unik yang bernilai ekonomi tinggi. Tentu saja kreatifitas ini&amp;nbsp; butuh proses untuk menjadikan sebuah peluang menjadi sebuah komoditas.&amp;nbsp; Beberapa pengrajin asal&amp;nbsp; Nanggulan, Sentolo&amp;nbsp; telah membuktikan bahwa segmen pasar&amp;nbsp; wisatawan luar negeri bisa ditembus.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bahan baku&amp;nbsp; alamiah seperti : Gedebok pisang, akar bambu , akar wangi,, daun pandan, Nipah,&amp;nbsp; bahkan Eceng gondok sekali pun bisa disulap menjadi sebuah kerajinan unik berkualitas eksport. Dan hasilnya&amp;nbsp; produk kerajinan berbentuk : Tas, keranjang, sandal, dan assesories rumah tangga lainya mampu memiliki nilai jual tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Bicara kualitas sebenarnya pengrajin lokal asal Kulonprogo tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Karena banyak investor maupun buyer yang datang langsung ke sini,&amp;quot; ungkap Susmirah - pengrajin asal Sentolo hari ini Selasa (14/5).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ditambahkan, pangsa pasar&amp;nbsp; luar negeri seperti : Eropa,&amp;nbsp; Amerika dan&amp;nbsp; beberapa negara Timur tengah banyak yang tertarik dengan prosuk kerajinan&amp;nbsp; unik asal Kulonprogo ini,&amp;quot; tambah Susmirah.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pihaknya berharap pemda untuk serius mendorong para pengrajin ini bisa eksis berusaha dan dipermudah khususnya dalam hal permodalan dan perbankan.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kalau sentra kerajinan Kulonprogo maju tentu menjadi aset pariwisata DIY karena ke depan dengan rencana pembangunan Bandara baru di Kulonprogo&amp;nbsp; pasar kerajinan di daerah ini&amp;nbsp; semakin maju. &lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Melestarikan Budaya Lokal</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1549</link> 
    <pubDate>--0013-05-13</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Festival Reog dan Jathilan yang akan berlangsung pertengahan Mei mendatang di Gunung Kidul menjadi bukti bahwa&amp;nbsp; pelestarian seni budaya dan tari tradisional&amp;nbsp; harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah namun juga stakeholder pariwisata lain termasuk masyarakat. Komitmen itulah yang&amp;nbsp; terus dibangun Dinas Pariwisata DIY untuk &amp;#39;nguri-uri&amp;#39;&amp;nbsp; budaya tradisional lokal agar terus tumbuh dan tidak hilang.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir, SH.MHum&amp;nbsp; menyambut positip Festival Reog dan Jatilan yang setiap tahun dilaksanakan Dinas Pariwisata DIY tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Ini merupakan moment untuk terus&amp;nbsp; mendorong agar budaya lokal termasuk tari dan seni tradisionaol terus tumbuh dan hidup di tengah masyarakat yang makin modernis,&amp;quot; ungkap Tazbir hari ini&amp;nbsp; Senin (13/5).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ditambahkan&amp;nbsp; untuk meningkatkan harga jual budaya lokal memang harus didukung banyak pihak, termasuk pelaku pariwisata di Jogjakarta. Biro travel dan perjalanan harus bisa memaketkan potensi budaya lokal ini menjadi suguhan wisata yang menarik.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Hal ini tambah Tazbir merupakan peluang bagi&amp;nbsp; palaku biro perjalanan untuk &amp;#39;menjual&amp;#39; wisata&amp;nbsp; malam khususnya event budaya lokal.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kalau selama ini&amp;nbsp; wisatawan hanya melihat Sendratari Ramayana di Prambanan, tentu peluang bagus bagi biro perjalanan untuk menjual wisata&amp;nbsp; lokal ini bagi wisatawan nantinya.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Reog, Jathilan, Kubrosiswo, Wulan sungu, tari Ndolalak, Jaran kepang dll perlu ditampilkan&amp;nbsp; bagi wisatawan,&amp;quot; tambah Tazbir.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pelaku jasa pariwisata Jhoni Doel Sumbang juga mengakui kalai wisata malam di Jogja masih kalah dibandingkan Bali. Meski pun secara potensi, sebenarnya wisata budaya Jogja sangat potensial dan tidak kalah dengan Bali.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;Di Bali pelaku pariwisata dan masyarakat sangat kompak. Di Jogja suasana itu belum kelihatan. Masih saling jegal. Ini yang harus diperbaiki,&amp;quot; ungkap Jhoni Doel Sumbang yang kini bermukim di Bali.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Meski demikian , dirinya optimis budaya lokal Lokal memiliki nilai jual tinggi&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; konsumsi wisata malam hari yang&amp;nbsp; menarik dan diminati wisatawan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Obyek Wisata DIY Tidak Ada Habisnya</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1548</link> 
    <pubDate>--2013-05-10</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Indutri pariwisata DIY terus mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan wisatawan. Namun juga inovasi produk pariwisata terus digencarkan. Batik, kuliner, heritage, kerajinan, dan sentra pariwisata lain termasuk keindahan alam pantai dan pegunungan juga semakin memikat wisatawan. Kondisi seperti ini tentu menjadi kebanggaan pelaku pariwisata DIY bahwa obyek pariwisata DIY sangat kaya untuk dikunjungi.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Meski daerahnya kecil tetapi&amp;nbsp; potensi obyek wisata DIY tidak kalah dengan Bali maupun daerah lain di Indonesia. Belum lagi suasana&amp;nbsp; budaya dan masyarakatnya,&amp;quot; ungkap&amp;nbsp; Edwin Sirait - wisatawan asal Medan yang ditemu Visitingjogja.com kemarin.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pria tiga anak ini sudah berkeliling Indonesia. Tetapi menikmati suasana pariwisata Jogja&amp;nbsp; sepertinya menikmati alam lain yang lebih emosional dan kultural.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Jogja memang tidak akan pernah habis pariwisatanya. Ini aset mahal yang harus selalu dijaga,&amp;quot; tandas Sirait lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Destinasi unggulan pariwisata DIY&amp;nbsp; ini memang tidak hanya batik dan kerajinan.&amp;nbsp; Tetapi juga&amp;nbsp; kuliner, alam pantai dan pegunungan, heritage dan desa wisata&amp;nbsp; semuanya layak dikunjungi.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Keunggulan lain pariwisata Jogja biaya menginap dan bermalam sangat murah. Termasuk untuk belanja cinderamata. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Keaneka-ragaman wisata budaya DIY   Menjadi Daya tarik Daerah Lain</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1547</link> 
    <pubDate>--0013-05-08</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;DIY masih menjadi destinasi unggulan pariwisata di Indonesia. Banyak Pemda dan pelaku pariwisata dari daerah lain di Indonesia bersedia &amp;#39;ngangsu kawruh&amp;#39; untuk belajar bagaimana cara memajukan pariwisata . Dalam beberapa bulan terakhir ini&amp;nbsp; Dinas&amp;nbsp; Pariwisata DIY selalu dikunjungi banyak elemen masyarakat baik dari kalangan Pemda, DPRD maupun pelaku pariwisata yang ingin mengetahui lebih dekat bagaimana pengelolaan pariwisata DIY selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Ini tentu menjadi point positip bagi dinas pariwisata DIY untuk menjadi garda depan sekaligus mendorong pariwisata&amp;nbsp;&amp;nbsp; menjadi lokomotoif ekonomi bagi masyarakat,&amp;quot; ungkap Kepala Dinas pariwisata DIY Tazbir Abdulah hari ini Rabu (8/5).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ditambahkan, pariwisata DIY memang tidak hanya dikenal secara nasional tetapi&amp;nbsp; pariwisata dunia juga mengakui&amp;nbsp; kalau pariwisata DIY layak dikunjungi wisatawan mancanegara,&amp;quot; tambah Tazbir.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dengan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat baik domestik maupun internasional tentu menjadi pemacu pelaku pariwisata DIY untuk lebih kreatif lagi membangun inovasi pariwisata yang lebih maju.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;seperti Singapura yang&amp;nbsp; memang cerdik memanfaatkan wisatawan asingnya termasuk dari Indonesia.&amp;nbsp; Mereka bekerjasama dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp; penerbangan Singapore untuk membuat biaya berwisata di Singapura murah. Tetapi ini hanya trik pariwisata. Karena begitu sampai Singapura belanja maupun menginap di Singapura sangat mahal. Namun wisatawan yang datang ke Singapura mengaku puas karena inovasi pariwisata Singapura cepat berubah dan selalu menarik untuk dikunjungi,&amp;#39; jelas Tazbir&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Pariwisata DIY harus&amp;nbsp;&amp;nbsp; berinovasi seperti halnya Singapura. Potensi pariwisata DIY tidak kalah dengan Singapura. Dari Budaya,&amp;nbsp; seni tari&amp;nbsp; daerah, kuliner dan heritage semua ada. Ini semua menjadi tantangan pelaku pariwisata DIY untuk&amp;nbsp; mendorong pariwisata DIY bisa lebih maju lagi. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Keterbukaan Informasi Publik Menjadi kebutuhan Warga Negara</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1546</link> 
    <pubDate>--0013-05-07</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Pemda DIY menyelenggarakan&amp;nbsp; Bimbingan Teknologi (Bimtek) i Budaya Dokumentasi dan Sertifikasi bagi Aparatur Pemda DIY yang berlangsung di Hotel Garuda (5-9/5). Bimtek diikuti 60 peserta dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan intansi&amp;nbsp; Vertikal Kementrian Kominfo.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Drs. Dewo S Broto, MBA&amp;nbsp; Humas&amp;nbsp; Kementrian Kominfo mengatakan Bimtek impelemntasi Undang - undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 harus menjadi fokus badan publik khususnya intansi pemerintah untuk mendorong&amp;nbsp; badan publik lebih terbuka terhadap informasi yang menjadi kebutuhan warga negara.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Sudah tidak jamanya lagi badan publik bersifat tertutup terhadap informasi yang memang menjadi kebutuhan masyarakat. Meskipun ada&amp;nbsp; informasi yang memang harus dikecualikan dan itu sudah diatur dengan undang - undang,&amp;quot; ungkap Dewo Broto.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ditambahkan semua Badan Publik yang memiliki akses dana baik APBD maupun APBN harus&amp;nbsp; pro aktip mendukung Keterbukaan Publik ini bisa menjadi&amp;nbsp;&amp;nbsp; pendorong kemajuan masyarakat dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;dengan lebih transparan, masyarakat akan lebih&amp;nbsp; aktip untuk mendukung kegiatan pemerintah. Disisi lain pemerintah juga&amp;nbsp; menjadi lebih bertanggung jawan terhadap kegiatan program yang dilakukan,&amp;quot; ungkapnya lagi. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Kawasan Hutan Bunder Jadi Kawasan Eko wisata Terpadu</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1545</link> 
    <pubDate>--0013-05-06</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;DIY sudah saatnya memiliki lokasi wisata alternatip yang bisa dibanggakan, khususnya untuk wisata hutan rakyat terpadu. Taman Hutan Rakyat (Tahura) di kawasan hutan Bunder Playen, Gunungkidul&amp;nbsp; saat ini tengah dipersiapkan menjadi wisata&amp;nbsp; alam sekaligus Eko wisata terpadu skala internasional.&amp;nbsp; Saat ini&amp;nbsp; penjajagan dan feasibilitas studi kelayakan terus dilakukan oleh sebuah tim .&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Ini memang sebuah proyek&amp;nbsp; Eko wisata terpadu skala internasional yang bisa dibanggakan DIY dimasa mendatang,&amp;quot; ungkap sebuah sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Rencananya di kawasan yang&amp;nbsp; luasnya mencapai ratusan hektare ini akan menjadi&amp;nbsp; wisata hutan terpadu yang didalamnya&amp;nbsp; tidak hanya untuk kepentingan pariwisata tetapi juga penelitian&amp;nbsp; dan pengembangan riset.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Karena sudah saatnya DIY memiliki wisata alternatip yang lebih lengkap dan skala internasional khususnya&amp;nbsp; untuk wisata&amp;nbsp; hutan dan eko -wisata,&amp;quot;&amp;nbsp; jelasnya&amp;nbsp; lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Investor&amp;nbsp; luar negeri direncanakan sudah ada yang berminat untuk menggarap mega proyek Eko wisata terpadu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Jogja Travel Mart 6-7 Mei</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1544</link> 
    <pubDate>--0013-05-03</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tidak kurang 130 buyer dari luar negeri akan hadir dalam Jogja Travel Mart (JTM) 2013 yang akan&amp;nbsp; berlangsung di Hotel Sheraton Jogjakarta Senin mendatang (6-7/5). Ini merupakan kesempatan yang ketiga kalinya bagi pelaku industri pariwisata di DIY untuk mendorong&amp;nbsp; sekaligus menjual industri pariwisata DIY bisa lebih maju lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Jogja Travel mart memang menjadi fokus Dinas Pariwisata DIY bersama stakeholder pariwisata DIY lainya untuk saling sinergi dan kerjasama bagaimana ke depan pariwisata DIY bisa lebih maju lagi,&amp;quot; ungkap Kepala Dinas pariwisata DIY Tazbir Abdulah , SH.MHum hari ini Jumat (3/5).&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ditambahkan, JTM merupakjan ajang buyer seller pelaku industri pariwisata&amp;nbsp; di DIY maupun internasional untuk saling mendorong&amp;nbsp; mendorong kemajuan industri pariwisata.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Bertemunya buyer seller merupakan point penting bagaimana event dan obyek pariwisata bisa dijual sekaligus mendorong&amp;nbsp; petumbuhan ekonomi pariwisata domestik maupun internasional,&amp;quot; tambah Tazbir.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;DIY sendiri selama ini sudah dikenal dikalangan buyer luar negeri dengan paket wisata yang tidak saja menarik untuk dikunjungi wisatawan. Namun juga memiliki keunikan dan daya tarik wisata tinggi dimata wisatawan asing.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;JTM sekaligus menjadi target pasar pelaku pariwisata luar negeri untuk menjual destinasi pariwisata DIY&amp;nbsp; dengan skala yang lebih besar lagi,&amp;quot; jelas Tazbir. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
<item><title>Pengrajin OKI Kunjungi DIY</title> 
    <link>http://www.visitingjogja.com/index.php?id=1543</link> 
    <pubDate>--2013-05-02</pubDate> 
    <category>Nur</category> 
    <description>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://visitingjogja.com/images/gambar/oki2.jpg&quot; border=&quot;2&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;133&quot; align=&quot;bottom&quot; /&gt;Sebanyak 24 orang pengrajin dan pelaku usaha ekonomi kreatif dari Kabupaten Ogan Komiring Ilir (OKI) Sumatera Selatan dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI&amp;nbsp; Hj. Nurmalia, SH hari in&amp;nbsp; Kamis (2/5)&amp;nbsp; mengadakan kunjungan studi komparatif di Kantor Dinas Pariwisata DIY. Rombongan diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir Abdulah, SH.MHum di aula Saptapesona, Kantor Dinas Pariwisata DIY Jalan Malioboro 56 Jogjakarta.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Tazbir mengatakan selama ini produk kerajinan DIY telah banyak diakui oleh banyak wisatawan. Bahkan produk kerajinan di Bali, 60% berasal dari DIY.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot; Produk kerajinan dan pelaku usaha ekonomi kreatif, DIy memang sudah diakui secara nasional. Hal ini juga tidak lepas dari pelatihan dan iklim investasi khususnya sektor kerajinan UKM yang&amp;nbsp; baik di DIY,&amp;quot; ungkap Tazbir yang juga pengurus Dekranas DIY&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Beberapa sektor unggulan kerajinan dan UKM di DIY antara lain kerajinan &amp;nbsp; : Kerajinan Mendong dan Pandan serta bahan alami lain&amp;nbsp; di Sentolo, Kulonprogo. Untuk kerajinan Gerabah, DIY memiliki sentra kerajinan di Kasongan yang sangat terkenal hingga mancanegara. Sementara untuik UKM kerajinan batik alami bisa di Imogiri Bantul.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Kualitas produk kerajinan dan UKM DIY juga menjadi&amp;nbsp; percontohan nasional.&amp;nbsp; &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sementara Nurmalia - Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI menyambut baik kunjungan komparatif ini. Sehingga bisa memberi pengalaman dan bekal pelatihan bagi para pengrajin maupun pelaku usaha UKM.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;OKi sendiri memiliki potensi kerajinan , namun sampai saat ini masih belum berkembang karena&amp;nbsp; kurangnya&amp;nbsp; inovasi dan kesempatan mengikuti berbagai pameran baik lokal maupun nasional.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;quot;Anyaman Purun, kerupuk Kemplang maupun susu kerbau gulapom termasuk beberapa kerajinan&amp;nbsp; asli OKI. Untuk potensi pariwisata Kabupater OKI memiliki Danau&amp;nbsp; Teluk Gelam, Rumah Adat&amp;nbsp; seratus tiang.&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sebelum mengakhiri kunjungan dilakukan&amp;nbsp; pertukaran Cinderamata. Saat ini rombongan pengrajin OKU dan pelaku usaha UKM tengah melakukan perjalanan ke beberapa sentra kerajinan di Sentolo, Kasongan dan Imogiri. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description> 
    </item>
</channel>
</rss> 
