Karakteristik Kabupaten Bantul yang sebagian besar merupakaan pedesaan ternyata menyimpan potensi ?wisata alam yang belum banyak diketahui. Salah satunya adalah Grojogan Lepo atau Air Terjun Lepo yang terletak di dusun Pokoh 1, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Nama Lepo sendiri diambil dari singkatan daerah air terjun berada, yaitu Ledok Pokoh.

Air terjun yang dibuka sejak tahun 2013 ini sampai sekarang mampu menarik banyak wisatawan saat akhir pekan. Kondisi air terjun yang masih alami dan karakteristik air terjun berupa batu bertingkat-tingkat semakin menarik minat wisatawan yang menyukai wisata alam.

Air terjun Lepo memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan pertama memiliki ketinggian sedang dan memiliki kedalaman kolam sekitar setengah meter. Biasanya digunakan wisatawan untuk duduk sambil merendam kaki. Di tingkat ini juga aman untuk anak-anak berenang karena kolam yang tidak terlalu dalam,? bahkan di tingkat ini dasar kolam bisa dilihat.

Tingkatan kedua bebatuan sekitar air terjun agak curam dan licin sehingga agar wisatawan untuk berhati-hati. Kedalaman kolam masih dangkal, yaitu sekitar pinggang orang dewasa. Kolam kedua ini dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang tersusun eksotis. Ceruk batu di salah satu sisi kolam menjadi spot terbaik menikmati air terjun di tingkat ini.

Sedangkan tingkat terbawah merupakan tempat favorit berenang orang-orang dewasa. Kolam curug disini memiliki kedalaman hingga 2 meter. Selain itu areanya pun cukup luas dibanding dua kolam diatasnya. Terdapat jalan setapak dan tangga-tangga batu sebagai pijakan untuk bisa sampai di kolam ketiga tersebut. Di kolam ketiga ini, tebing-tebing batu di sekeliling air terjun berbentuk balok yang sengaja dipotong olah pengelola.

Untuk menuju lokasi air terjun, dari Kota Yogyakarta ambil Jalan Imogiri Timur. Di pertigaan di selatan Pasar Imogiri ambil kiri kemudian ambil arah kanan menuju Kebun Buah Mangunan atau Dlingo. Sampai pasar Dlingo, terdapat kantor kecamatan dan jalan menuju Dusun Pokoh 1. Ikuti jalan cor blok sampai bertemu lokasi. Wisatawan bisa menitipkan kendaraan di perumahan warga kemudia melanjutkan perjalanan menuju loksai dengan berjalan kaki melewati jalan setapak.