Kata orang kuliner yang makin mblusuk makin dicari, mungkin itulah ungkapan yang pas untuk kuliner legenda di pelosok Bantul ini. Ditambah namanya yang terdengar sudah tua yang meyakinkan calon pelanggannya semakin penasaran dengan keotentikan rasa ayam goreng ala Bantul. Mbah Cemplung sendiri sudah eksis sejak tahun 1970-an dan hingga kini tidak sedikit warung ayam di Jogja yang terinspirasi dari Mbah Cemplung.

Mbah Cemplung menggunakan ayam kampung liar yang beratnya lebih dari 1 kg ta[I tidak lebih dari 2,5 kg. Karena itu ayam goreng disini terlihat besar namun dagingnya sangat empuk. Dari segi rasa, ayam goreng Mbah Cemplung ke rasa gurih asin dibanding dengan kebanyakan makanan di Jogja yang memiliki rasa manis.

Cara mengolah ayam cukup unik. Setelah ayam dipotong kemudian direbus dan didiamkan semalam. Keesokan harinya ayam direbus kembali menggunakan bumbu kemudian siap digoreng. Tak heran jika rasa gurih sangat terasa di daging ayamnya yang sangat empuk. Ayam goreng Mbah Cemplung sangat cocok disajikan dengan nasi hangat, lalapan, dan jangan lupa duo sambal yang selalu ada, sambal matang dan sambal mentah.

Setiap harinya warung ayam goreng Mbah Cemplung bisa menghabiskan 100 ekor ayam, bahkan jika musim liburan tiba, jumlahnya bisa mencapai 350 ekor. Warung Mbah Cemplung buka dari jam 08.00 ? 17.00. Selain menjual ayam utuh/ingkung, warung ini juga menjual ayam potongan. Harga masing-masing tergantung dengan ukuran besar kecilnya ayam. Ingkung berkisar Rp 100.000-Rp 170.000, dada Rp 25.000-Rp 35.000, paha Rp 20.000-Rp 35.000, kepala Rp 17.000-Rp 30.000.

Lokasi warung ayam goreng Mbah Cemplung mblusuk di pedesaan Bantul sehingga disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi jika ingin datang kesini. Rute yang diambil dari Ringroad jalan bantul ke selatan (ambil jalan bantul) sampai bertemu traffic light Kasongan belok ke kanan. Lurus terus sampai bertemu dengan tugu 1 belok ke kanan, ketemu tugu ke 2 belok ke kiri, kemudian ada masjid atau tugu ke 3 belok ke kanan. Warung ayam goreng Mbah cemplung berada sekitar 100 meter di kiri jalan.

SHARE
Previous articleSate Klathak Pak Bari
Next articleBakmi Mbah Mo