Foto : eksotisjogja.com

Tidak banyak yang mengenal pantai satu ini. Selain medannya agak susah, dibutuhkan stamina dan tenaga ekstra untuk mencapai pantai yang berlokasi di Gunungkidul. Adalah Pantai Greweng yang menyuguhkan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan namun akan terbayarkan dengan pemandangan pantai yang sungguh indah.

Pantai Greweng terletak di Pendowo, Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Wediombo, yang lebih dikenal orang-orang. Hanya terletak di sisi timur Pantai Wediombo, bahkan bisa ditempuh dengan tracking dari Pantai Wediombo. Untuk mencapai Pantai Greweng dibutuhkan waktu 2 jam dari pusat kota Jogja, dengan jarak tempuh sekitar 74 km.

Jika banyak pantai di Gunungkidul yang menawarkan akses yang cukup mudah, tidak dengan Pantai Greweng. Sebab setibanya di parkiran, pengunjung diharuskan berjalan kaki sepanjang 1 km untuk mencapai pantai ini. DIbutuhkan waktu 20 menit berjalan kaki untuk dapat bisa menikmati Pantai Greweng. Namun, jangan sedih, sebab sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhkan pemandangan yang unik dan berbeda.

Saat berjalan menuju pantai, pengunjung akan menemui hutan yang dipenuhi dengan batu karst sekelilingnya, hutan ini disebut Hutan Batu. Batuan karst ini sering ditemui di daerah Gunungkidul. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menemui sungai yang mengalir menuju pantai. Sungai yang membelah area hutan dan pantai ini berasal dari salah satu sumber air terdekat. Jika pengunjung berjalan atau tracking dari Pantai Wediombo, akan menemui ladang dan kebun penduduk yang asri.

Selain itu, pengunjung dapat menemukan gua yang berdekatan dengan Pantai Greweng. Konon katanya, di gua inilah Presiden Soekarno bertapa di dalamnya. Gua ini terbilang gua yang sempit dan dipenuhi batu karang yang tajam. Tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke gua ini. Tak sampai di situ saja, pengunjung dapat menemui area rimbunan pohon di sekitar jalan. Menurut masyarakat setempat, lokasi tersebut adalah pasar alam gaib atau pasar jin. Cukup banyak cerita mistis mengenai pasar alam gaib tersebut.

Terlepas dari itu, Pantai Greweng menyuguhkan panorama khas pantai dengan hamparan pasir putih, birunya air laut dan suara deburan ombak. Karena tidak banyak yang berkunjung ke sini, Pantai Greweng cenderung sepi. Sehingga suasana yang dihasilkan cukup tenang dan menyejukkan. Garis pantai yang dimiliki Pantai Greweng juga terbilang kecil, hanya sekitar 150 m.

Pantai Greweng terhimpit oleh 2 bukit karst di kanan kirinya yang membentuk teluk, bila dilihat dari atas menggunakan drone. Bukit-bukit yang tinggi inilah yang menutupi Pantai Greweng, sehingga ombak yang dihasilkan tidak begitu keras, karena sudah terhalang oleh bukit karst. Di pantai yang menjorok ke dalam ini, pengunjung diperkenankan berenang namun hanya di pinggir pantai tidak sampai tengah pantai. Juga harap berhati-hati, sebab cukup banyak batu karang yang tersebar di Pantai Greweng.

Pantai Greweng ini menjadi lokasi favorit untuk camping. Lokasinya yang terpencil, pantai yang cukup landai, ombak yang tidak begitu besar dan suasana yang tenang, membuat pengunjung ingin berkemah di sini. Jangan heran kalau di hari weekend, banyak tenda yang dipasang di sini. Sebaiknya membawa peralatan kemah sendiri, ya, karena di sini belum ada penyewaan alat kemah atau tenda.

Untuk tiket masuk Pantai Greweng dihargai Rp10.000 per orang. Tiket tersebut sudah termasuk untuk Pantai Wediombo. Untuk biaya parkir motor, Rp3.000 untuk sekali berkunjung dan Rp5.000 bila menginap. Dan parkir mobil, Rp5.000 untuk sekali berkunjung dan Rp10.000 bila menginap.

Bila ingin mengunjungi Pantai Greweng, sebaiknya datang pada pagi atau siang hari. Sebab kalau sore, jalanan akan menjadi gelap. Jangan lupa gunakan alas kaki yang nyaman untuk tracking. Dan siapkan stamina untuk mencapai pantai ini. Walau medannya cukup berat dan jauh, lokasi yang terpencil, namun keindahan Pantai Greweng sayang untuk dilewatkan.