Kabupaten Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak pantai yang indah dengan keunikan masing-masing.

Seperti di ujung timur wilayah Gunungkidul terdapat pantai bernama Sadeng.

Berada di Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, saat ini Sadeng adalah satu-satunya pelabuhan perikanan yang ada di Gunungkidul.

Pantai Sadeng berada di sebuah teluk, menjadikan kawasan pantai ini terlindung dari ganasnya ombak Samudra Hindia sehingga pas jika dijadikan pelabuhan.

Di teluk pantai Sadeng ini area perairannya terbagi menjadi dua dengan adanya sekat pemecah ombah yang melintang di tengah.

Area perairan yang terlindung dari ombak pantai selatan Jawa menjadi tempat bersandarnya kapal penangkap ikan berbagai ukuran.

Sebagai pelabuhan perikanan, kondisi sadeng terbilang cukup bersih.

Air laut berwarna hijau kebiruan berpadu dengan hijaunya perbukitan kapur yang mengelilingi pantai Sadeng akan memanjakan mata pengunjung.

Aktivitas pera nelayan yang melakukan bongkar muatan setelah melaut atau pun persiapan nelayan jelang mencari ikan juga menjadi hal menarik lainnya yang bisa didapatkan jika mengunjungi pantai ini.

Bagi anda yang gemar memancing, aktivitas tersebut bisa dilakukan di pantai Sadeng.

Sebagai sebuah pelabuhan perikanan, fasilitas di Sadeng terbilang cukup lengkap.

Tempat pelelangan ikan, kantor dan posko SAR, beberapa bangunan pihak pengelola pelabuhan, mercusuar, hingga sejumlah warung makan ada di Sadeng.

Berkunjung ke Sadeng, wisatawan juga bisa membeli tangkapan nelayan yang sangat bervariasi seperti tuna, cakalang, cumi, kepiting, hingga ikan layur.

Berada di wilayah paling timur Kabupaten Gunungkidul, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasinya.

Jika dari pusat kota Yogyakarta, setidaknya dibutuhkan waktu tiga jam untuk sampai pantai Sadeng.

Selama perjalanan, terlebih selepas kota Wonosari, Anda akan melalui jalanan yang naik turun, serta berkelak-kelok perbukitan karst khas Gunungkidul.

Menjelang sampai pantai Sadeng, pemandangan akan semakin cantik, karena adanya bekas aliran sungai Bengawan Solo Purba yang bermuara di pantai Sadeng.

Bekas aliran sungai purba ini saat ini tampak seperti dua bukit kapur memanjang yang mengapit sebuah dataran rendah di tengahnya, yang dulunya adalah jalur aliran sungai.

Saat ini bukit kapur tersebut tampak hijau dipenuhi beragam vegetasi dan aliran sungai di bawahnya menjadi area persawahan.

Perpaduan ini menjadikan kawasan sungai Bengawan Solo Purba memiliki pemandangan yang begitu indah.

Untuk masuk ke kawasan pantai Sadeng tidak dikenakan biaya. Pengunjung hanya perlu membayar parkir dari setiap kendaraan yang dibawa. (Hamim Tohari/tribunjogja.com)