Semilir angin, gemricik air kali, riuhnya pohon bambu terkena angin, mungkin bagi sebagian orang suasana seperti ini sudah sulit untuk ditemukan dengan banyaknya pembangunan massif yang banyak menggusur ruang terbuka hijau, karena itu tidak sedikit wisatawan yang memilih untuk berlibur di kawasan pedesaan yang masih asri.

Tidak jauh dari Kota Yogyakarta, terdapat wisata lokal dengan suasana khas pedesaan yang dapat dikunjungi, yaitu Pasar Kebon Empring. Wisata lokal yang memiliki konsep yang sama dengan Taman Glugut Wonokromo ini berlokasi di Desa Bintaran Wetan, Piyungan, Bantul.

Pengelola Pasar Kebon Empring memanfaatkan sebuah lahan kosong yang banyak ditumbuhi pohon bambu. Selain itu, kebun bambu ini juga berdekatan dengan sungai berair jernih lengkap dengan jembatan gantungnya, sehingga wisatawan yang datang kesini juga bisa menyegarkan diri bermain air di sungai yang airnya masih bersih terjaga.

Selain konsep wisata alam, Pasar Kebon Empring juga mengusung konsep wisata kuliner tradisional. Beberapa kuliner yang tersedia antara lain sego wader, pecel, lotek, dawet, bakmi, hingga jajanan modern seperti bakso dan sosis bakar.

Meskipun berada di pedesaan, namun fasilitas umum sudah cukup tersedia seperti gazebo untuk istirahat, mushola, dan toilet. Beberapa spot foto dan selfie seperti jembatan gantung dan rumah bambu juga tersedia. Fasilitas penunjang lainnya yaitu berbagai permainan tradisional yang bisa anak-anak mainkan sepuasnya seperti enggrang, bakiak, dan masih banyak lainnya.

Wisata Kebon Empring setiap hari buka mulai pukul 06.00 – 18.00. Tidak terdapat retribusi tiket masuk disini, pengunjung yang datang hanya dikenai 2000 rupiah untuk retribusi parkir.