Dari sekian banyak lokasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul, salah satu yang paling populer adalah desa wisata. Selain berwisata, keuntungan lain mengunjungi desa wisata adalah menambah wawasan serta pengalaman. Jadi tidak ada salahnya bukan sesekali mengeksplor desa-desa wisata yang ada di Bantul.

Biasanya desa wisata memiliki ciri khasnya sendiri, misalnya perbedaan ciri khas antara desa wisata di Sleman dan Kulonprogo, dan desa wisata di Bantul. Jika desa wisata di Sleman dan Kulon Progo lebih menonjolkan desa wisata alam, sedikit berbeda dengan desa wisata di Bantul yang lebih ke desa wisata kerajinan, contohnya adalah Desa Wisata Manding.

Desa wisata Manding Bantul merupakan desa wisata sentral kerajinan kulit. Jadi kalau di Bandung ada Cibaduyut, di Jogja ada Manding. Awal mula kerajinan kulit muncul sekitar tahun 1947 yang diprakarsai oleh tiga orang pemuda. Awalnya ketiganya merupakan karyawan di perusahaan kulit yang memproduksi pakaian dan pelana, hingga akhirnya mereka berinisiatif untuk membuka usaha sendiri. Hingga kini, sudah ada lebih dari 100 pengrajin kulit yang ada di desa Manding. Peminat kerajinan kulit dari desa manding inipun sudah merambah hingga mancanegara.

Wisatawan yang datang ke Desa Manding ini biasanya mereka berburu aksesoris berbahan kulit seperti tas, dompet, pigura, gantungan kunci, sabuk, sampai jaket kulit. Di sepanjang jalan, akan banyak ditemukan rumah-rumah penduduk yang sekaligus ebrfungsi sebagai showroom hasil kerajinan. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau dan bisa ditawar lebih murah lagi.

Desa Wisata Manding sangat mudah diakses karena lokasinya yang berada di jalan utama Jogja-Parangtritis km 11, tepatnya berada di Jl. DR Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi, Bantul, sekitar 15 km dari pusat kota Jogja ke arah selatan menuju Pantai Parangtritis. Nanti akan ada gapura masuk yang bertuliskan MANDING dan dari situ sudah masuk lokasi desa wisata Manding.